Senin, 05 November 2018

Review Blogging Basic for Beginners Training by Joeragan Artikel



Saya suka menulis tentang berbagai hal yang ada di pikiran saya, mulai dari menulis kegiatan sehari-hari bersama anak-anak, bercerita tentang perjalanan kami sampai ke laporan dan tulisan ilmiah. Sebelum membuat blog, saya biasa menumpahkan segala isi pikiran saya kecuali tulisan dalam bentuk laporan di laman Facebook saya. Lantas beberapa orang pun mulai mengusulkan agar saya membuat blog.
Bingung, itulah yang saya rasakan saat mulai membuat blog untuk yang kedua kalinya. Banyak ide yang ingin saya tuangkan dalam blog saya tapi tidak mengerti bagaimana cara melakukannya. Maklum saya terbilang emak-emak yang gaptek. Sampai suatu hari seorang teman di grup One Day One Post (ODOP) menyarankan saya untuk mengikuti training blogging basic for beginners yang diselenggarakan oleh Joeragan Artikel dengan mentornya uni Rahayu Asda. Saat itu ia menyatakan sebuah komentar “Tapi entah ya aku kok nyaman pas ikut mbak Indira dan mbak Rahayu Asda. Beliau mau di wapri cepat tanggap bahkan mau bantu meski udah lewat jadwal training“.
Saat itu, saya pun manut saja kepada sarannya. Ketika ada pembukaan pendaftaran untuk training batch keempat, saya pun segera menghubungi uni Rahayu Asda. Sayangnya training ini menggunakan blogspot.com sebagai basis membuat blog gratisan sementara blog yang aktif saya pakai selama menulis di komunitas ODOP adalah wordpress. Untung saja saya teringat kalau dahulu kala sekitar tujuh tahun silam saya pernah membuat blog di blogspot.com. Kala itu sebagai penerima beasiswa, saya diminta untuk menulis tentang beragam cerita termasuk tentang studi saya di George-August-Universität Göttingen, Jerman. Sayangnya karena kesibukan kuliah dan memang tidak wajib, akhirnya blog saya di blogspot.com pun mati suri.
Nahtraining bersama Joeragan Artikel ini memberikan saya kesempatan untuk mengaktifkan kembali blog saya yang sempat mati suri ini. Dan betul seperti yang dikatakan oleh teman saya yang merekomendasikan training ini. Uni Rahayu Asda memang helpful dan sangat sabar membersamai para peserta training. Saat ada peserta yang meminta bimbingan di luar jam yang ditentukan pun tetap dilayani. Salut dengan komitmennya membersamai para peserta training.
Sayangnya akibat kelelahan menulis setiap hari untuk komunitas ODOP, tubuh saya pun meminta jatahnya untuk istirahat. Ditambah anak-anak yang juga sakit secara berturut-turut, membuat blog saya belum selesai direnovasi saat jadwal training berakhir. Semoga saya masih mendapat kesempatan untuk mendapat bimbingan merenovasi blog saya.
Kesimpulannya, saya tidak menyesal menginvestasikan uang sebesar Rp150,000 untuk ikut online training bersama Joeragan Artikel. Selain biaya investasinya relatif lebih murah dibanding training sejenis, dedikasi para mentornya pun patut diacungi jempol. Terima kasih atas sharing ilmu dan bimbingannya Uni Rahayu Asda dan Joeragan Artikel! Semoga Allah SWT yang membalas kebaikan kalian dengan kebaikan yang lebih besar. Aamiin…
-Bogor, 05.11.18

Selasa, 30 Oktober 2018

Term of Service

evitafl adalah lifestyle blog yang mengulas berbagai hal yang dialami penulis bersama keluarganya, serta aneka random things yang dipikirkan oleh penulis termasuk review produk, buku, film ataupun restoran.

Adapun beberapa hal yang harus anda perhatikan saat mengunjungi halaman blog ini adalah:

  1. Tidak diperkenankan untuk menyalin sebagian atau keseluruhan isi tulisan di blog ini tanpa seizin pemilik blog dan tanpa mencantumkan alamat atau link tulisan yang anda salin.
  2. Konten, tulisan dan gambar yang digunakan dalam blog ini merupakan hak cipta blog ini. Jika ingin menggunakan atau membagikan konten, tulisan dan gambar dalam blog ini, harus seizin pemilik dan mencantumkan alamat blog ini sebagai sumbernya.
  3. Seluruh komentar akan dimoderasi oleh pemilik blog. Komentar harus disampaikan dengan sopan dan bukan spam. Dilarang untuk menulis komentar yang menyinggung SARA ataupun komentar dan tindakan lain yang menimbulkan rasa ketidaknyamanan bagi pemilik maupun pengunjung blog ini.  
Jika terjadi pelanggaran atas ketiga hal yang disebutkan di atas, maka pemilik blog tidak akan segan-segan untuk bertindak sesuai dengan yang seharusnya seperti menghapus komentar, memblokir akun dan lain-lain.

Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya.


Salam,
Evita     

5 Tips Menikmati Traveling Bersama Anak-anak

img_20160911_1506587531604286921281707.jpg

Berjalan-jalan di taman, pergi ke museum, mencoba berbagai wahana di theme park, berenang di laut, hiking, atau bahkan sand boarding dan snowboarding bukanlah hal yang tidak mungkin dilakukan bersama anak balita. Ya, berlibur bersama bayi dan balita memang cukup merepotkan namun jangan biarkan kekhawatiran anda menghalangi anda untuk berlibur bersama keluarga. Ingat, rezeki dan kesempatan tidak selalu datang dua kali lho!
Untuk memastikan anda dapat menikmati liburan seru dan menyenangkan bersama bayi dan balita, jangan lupa untuk melakukan persiapan yang matang. Apa saja hal-hal yang harus dipersiapkan atau diperhatikan saat berlibur bersama anak? Berikut adalah beberapa tips agar anda dapat menikmati liburan bersama keluarga termasuk anak-anak yang masih bayi dan balita:

1. Rencanakan liburan anda dengan matang. Tentukan destinasi liburan anda bersama-sama. Pastikan destinasi tersebut aman dan cukup nyaman untuk membawa anak-anak. Buatlah itinerary yang tidak terlalu padat. Adalah hal yang wajar jika anda ingin mengunjungi Sentosa Island, Merlion, Little India, China Town, Kampung Glam, Orchard Road, Garden by The Bay, Singapore Flyer, Marina Bay Sands, dan bahkan Sea Life pada liburan pertama anda ke Singapura. Jika anda berlibur selama 7 hari 6 malam, maka hal itu mungkin untuk dilakukan. Tetapi jika anda hanya berlibur selama 3 hari 2 malam, maka turunkanlah ekspektasi anda. Jangan biarkan anak-anak terlampau lelah dan tidak bisa menikmati liburan mereka. Satu hal yang wajib diingat dalam merencanakan liburan bersama anak adalah "plan your travel, but don't overdo it!"

2. Pastikan anda membawa semua kebutuhan mereka, mulai dari pakaian, popok, tisu basah, susu, makanan, obat-obatan, buku dan bahkan mainan tetapi jangan sampai berlebihan. Anda selalu bisa membeli barang-barang kebutuhan mereka di tempat anda berlibur kecuali jika anda berlibur ke tempat antah-berantah. Jadi bawalah secukupnya tetapi anda harus memastikan bahwa pakaian yang anda bawa adalah pakaian yang sesuai dengan cuaca di tempat yang dituju. Jangan sampai anak anda kedinginan ataupun kepanasan selama berlibur. Jika anda pergi saat musim panas, maka jangan lupa memakaikan anak-anak anda topi dan sunscreen lotion.

img_20171125_1700292494182967346647641.jpg

Membawa stroller dan/atau baby carrier juga disarankan untuk meringankan anda membawa bayi atau anak-anak anda. Stroller sangat berguna pada berbagai kesempatan. Stroller dapat digunakan sebagai tempat duduk jika tidak tersedia high chair saat anda makan di warung makan/restoran atau bahkan tempat tidur bagi anak yang kelelahan. Kecuali jika anda mengajak anak-anak untuk hiking, maka anda tak perlu membawa stroller.

img_20170416_1727578535303309455223567.jpg

Sekali lagi pastikan anda tidak membawa barang berlebihan. Anda tentunya tak ingin berlibur sambil kerepotan membawa terlalu banyak tas. Selain itu disarankan juga agar anda membuat aturan siapa bertanggung jawab untuk membawa tas yang mana agar tidak terjadi kehilangan/ketinggalan tas atau koper. Anak-anak yang lebih besar biasanya dapat diminta untuk membawa tasnya sendiri. Membiasakan membawa backpack sebagai hand-luggage adalah hal yang sangat disarankan karena lebih praktis.

img_20170630_1644052787194690506795856.jpg

3. Liburan bersama anak memang tak musti mahal atau jauhtetapi jangan lupa membawa dana ekstra untuk mengatasi hal-hal yang tak terduga. Jangan pula ragu untuk mengeluarkan uang untuk menyewa sarung tangan, boots dan mantel saat anda hendak mengajak mereka bermain salju. Pastikan anak anda tidak kedinginan. Atau jika anda pergi ke pantai dan tidak membawa sunscreen lotion, maka jangan ragu untuk membelinya di convenience store, supermarket atau apotik. Lebih baik anda mengeluarkan uang untuk menyewa atau membeli barang-barang tersebut daripada anda harus membayar biaya ke dokter beserta obat-obatannya dan rencana liburan anda pun menjadi buyar!

4. Buat aturan untuk anak-anak namun berikan mereka sedikit kebebasan. Saat bepergian bersama anak-anak, jangan lupa untuk membicarakan tentang aturan atau etika yang harus dipatuhi oleh anak-anak saat berada di pesawat atau alat transportasi lainnya termasuk saat mereka berada di tempat publik. Akan tetapi anda dapat memberi sedikit kelonggaran bagi mereka untuk mengizinkan mereka bermain termasuk bermain gadget lebih lama dari biasanya terutama saat anda melakukan perjalanan jauh.

5. Cek fasilitas tempat menginap sebelum anda memesannya. Menginap di hostel saat liburan bersama anak-anak adalah salah satu hal yang kurang direkomendasikan. Anak-anak belum tentu nyaman untuk tidur bersama dengan orang lain yang tak dikenalnya. Alih-alih memesan kamar hostel, lebih baik anda memilih low-budget hotel atau apartment atau memanfaatkan situs seperti airbnb demi kenyamanan bersama.

Demikianlah beberapa tips agar anda dapat menikmati liburan bersama anak-anak. Selamat berlibur dan happy traveling!

-Bogor, 30.10.18

#komunitasonedayonepost #ODOP_6 #funwriting #day58 #traveling #travelingtips #familytravelingtips #evitafl

Jumat, 26 Oktober 2018

Banana Bread, Si Cokelat yang Lezat




Banana bread, hmm...si cokelat yang lezat. Saya mengenal banana bread sekitar empat tahun silam. Kala itu saya tergoda dengan cerita ayah tentang kebiasaan barunya menyantap banana bread. Akibatnya begitu saya dan kakak tiba di King Smith International Airport Sydney, banana bread pun menjadi makanan pertama yang saya cicipi di bumi Australia. Kala itu kami bertiga memang tidak langsung pulang ke rumah baru kami melainkan menunggu rombongan keluarga besar KJRI Sydney yang akan mengantar kepergian satu keluarga diplomat yang telah mengakhiri masa tugasnya.

Penampilan si banana bread aslinya ternyata berbeda dengan yang saya bayangkan. Awalnya saya pikir bentuknya mirip seperti roti pada umumnya dengan tambahan rasa pisang, tetapi ternyata lebih mirip dengan kue bolu pisang dari sisi rasa dan tekstur. Bedanya warna permukaan luarnya relatif lebih gelap. Banana bread yang dijual di kafe atau supermarket memiliki ukuran lebih besar, seukuran dengan roti tawar namun lebih tebal. Sedangkan jika membuat sendiri di rumah, ukurannya relatif lebih kecil. Sepertinya karena ukuran loyang yang digunakan berbeda.

Saking
cintanya terhadap banana bread, saya sering membeli pisang, membiarkannya matang dan kemudian mencoba berbagai resep banana bread mulai dari resep Donna Hay, Taste Made, Simply Recipes dan beberapa resep lainnya termasuk resep healthy banana bread yang menggunakan tepung wholemeal. Nah, satu resep yang menurut saya paling ok dan akhirnya saya selalu menggunakan resep tersebut saat akan membuat banana bread adalah resep dari Simply Recipes Banana BreadBanana bread versi Simply Recipes ini mudah sekali membuatnya. Anda tidak perlu khawatir jika tidak memiliki mixer karena adonan dapat dibuat cukup dengan menggunakan spatula dan mixing bowl (mangkuk besar). So, mudah membuatnya, mudah pula membersihkannya.

Pisang yang digunakan untuk membuat banana bread biasanya adalah pisang cavendish. Karena tidak banyak variasi pisang di Australia maupun negara-negara barat lainnya. Banana bread yang lezat adalah banana bread yang dibuat dengan menggunakan pisang yang terlampau matang (over-ripe banana). Semakin matang pisang yang digunakan, maka semakin banyak motif urat pisang pada kue.

Mau tahu resepnya dalam bahasa Indonesia? Berikut adalah banana bread versi Simply Recipes yang sudah saya terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

BAHAN

  • 2 to 3 pisang yang sudah matang, dikupas
  • 1/3 cup mentega yang dilelehkan
  • 1 sdt soda kue
  • sejumput garam (sedikit saja)
  • 3/4 cup gula (atau 1/2 cup jika tidak ingin terlalu manis dan 1 cup jika ingin lebih manis)
  • 1 telur ukuran besar, dikocok
  • 1 sdt ekstrak vanila
  • 1 1/2 cup tepung terigu serba guna

CARA MEMASAK

  1. Panaskan oven dengan suhu 175°C dan olesi loyang roti ukuran 4x8 inch (10.16x15.24 cm) dengan mentega.
  2. Dalam sebuah mangkuk besar (mixing bowl), hancurkan pisang dengan menggunakan garpu sampai halus. Campurkan mentega yang sudah dilelehkan dengan pisang yang telah dihancurkan dan aduk rata.
  3. Masukkan soda kue dan garam, aduk rata. Kemudian masukkan gula, telur yang sudah dikocok dan ekstrak vanila, aduk rata. Setelah diaduk rata, masukkan tepung terigu sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai rata.
  4. Tuangkan adonan ke dalam loyang yang telah diolesi mentega. Masukkan ke dalam oven dan panggang selama 50 menit sampai satu jam pada suhu 175°C atau sampai cake tester atau tusuk gigi yang digunakan untuk mengetes kematangan kue bersih saat dikeluarkan dari kue.
  5. Keluarkan dari oven dan biarkan dingin ntuk beberapa menit. Setelah itu, keluarkan banana bread dari loyang dan dinginkan sebelum disajikan. Silahkan dipotong dan sajikan. Catatan: memoting dengan menggunakan pisau roti disarankan agar kue tidak terlalu beremah (crumbly).

Bagaimana? Mudah sekali kan membuatnya? Oia, banana bread ini sangat lezat jika dipanggang (toast) dan diolesi dengan mentega (butter) serta dinikmati saat masih hangat. Selamat mencoba!

-Bogor, 27.10.18

#resep #recipe #bananabread #bananabreadrecipe #simplyrecipes #evitafl #neoadventure

Tentang Saya

Hi saya Evita,
Saya adalah seorang istri dari suami yang super jahil tapi baik dan ibu dari dua anak. Saya suka menulis tentang berbagai hal, mulai dari menulis kegiatan sehari-hari bersama anak-anak, cerita perjalanan (traveling) sampai menulis laporan. Biasanya saya suka menumpahkan berbagai cerita, kejadian, perjalanan ataupun aliran rasa yang saya alami sehari-hari di Facebook. Lantas beberapa orang teman pun mulai menyarankan saya untuk membuat blog.
Blog ini berisi berbagai macam hal khususnya tentang perjalanan saya belajar menjadi seorang ibu profesional (parenting), cerita perjalanan saya dan keluarga melanglang buana baik di Indonesia dan beberapa negara lain seperti Australia dan Jerman, dua negara yang pernah menjadi tempat tinggal saya (traveling), cerita tentang berbagai makanan termasuk resep yang berhasil saya buat (food), buku-buku menarik yang pernah saya baca (books) serta review aneka jenis produk ataupun film.
Untuk segala pertanyaan ataupun ajakan kerjasama baik berupa product review ataupun content placement silahkan menghubungi saya melalui e-mail evita.fathial@gmail.com
Baiklah, selamat membaca dan semoga tulisan saya bermanfaat 🙂
Salam,
Evita FL

Minggu, 30 Oktober 2011

Winter and Boots

Winter is coming.  No wonder, there's so many people at Zentrum yesterday.  They're buying coats, sweaters, boots, etc.  This will be my first winter and I haven't got my boots yet.  And so do the rest of my friends. We are still waiting for the scholarship to buy boots and other things for winter.  The money we have now is only for living.  Its quite pathetic but its also a part of the lesson and survival...

Jumat, 28 Oktober 2011

Germany VS Indonesia

A little record from two weeks journey... (write on 29.10.11)
We always think that developed countries are always better in lots of ways compare to our country, Indonesia.  But I didn't think that way right now. Even though, Germany is  more sophisticated, well-arranged and most of the citizen are discipline to their city rules but I have seen some similarities between Germany and Indonesia.  At least on the process or output of a seminar.
In academic level, every issues about sustainability, development/rural development, poverty, land use, food security, agriculture, water and energy use, and so on are always discussed on very normative ways. Indeed, there are some innovative ideas but at the end it means nothing until there is a political will to do so from the government.  Therefore, things that we need to do is to open our government heart and mind so they are really think about their citizen not only for urban citizen but also for rural citizen.

Kamis, 27 Oktober 2011

A Journey of Thousand Miles Must Begin with One Single Step...

Hi I am Evita.  The titled above was taken from one Chinese proverb (if I am not mistaken).  The first time I saw the proverb was on my lecture lab when I was in bachelor degree.  I always remember the proverb because it's meaningful in some ways.  Then, several years later I used it for my first post on my blog.  Why?  Is there any correlation between blogging and the proverb?  Yes it does.
Blogging is something new for me though I knew it a couple years ago but I never really interest to do so till I was 'forced' to do so.  I was granted to get scholarship from Ministry of National Educational  of Republic Indonesia for accomplishing the master degree program at Bogor Agricultural University and Georg-August-University of Goettingen.

Here's the story:

MY VISION BOARD
Study abroad and entering higher education is always become one of my dreams and goals in life.  I remember that I always put it on my vision board.  The first time I was told to make a vision board is when I was attending an ABC training at my previous employer (AIA Financial).  Although its used for training purposed only, I do put my goals seriously.  Then several days after the training, I decided to make the real vision board of my life.  I put it on the wall in my small room at the boarding house in Karawaci, Tangerang.
My vision board was divided into several part which is love and family (I also put wedding ring picture on that part), education, journey, and of course financial goals. I often saw it in the morning before I dressed up.  But I don't think that it will soon become dreams come true.  After almost a year, then I am married with my beloved husband in 2009.  Then soon after my son born on 6th May 2010, my supervisor when I was in bachelor degree called me.  His name is Pak Suharno.  He was asked me whether I still have desired to get my master degree or not because there's chance to join the new master degree program at Bogor Agricultural University, which is Master Science of Agribusiness, with scholarship from Ministry of National Education of Republic Indonesia.  Since going to master and doctoral degree is one of great desire on my life, I decided to joined the program as soon as my husband and my parents agree and approved my request. 

GETTING STARTED WITH BEASISWA UNGGULAN
The requirements to get the scholarship are very simple.  The main points are:
First, we need to be enrolled at a university.  
Second, we should have minimum GPA 3.25 and certificate of minimum Institutional TOEFL 500, have recommendation from our lecture or boss/employer, and 
Third, we need to fulfill the application form of Beasiswa Unggulan.  The application form itself can be downloaded at beasiswaunggulan.kemdiknas.go.id.  
Though the requirements are simple but still there are several procedures that I should handle, meanwhile I have some constraints to finished those things.  Mainly because I need to breastfeed my son and I must go back to work at AIA Financial in Karawaci.  Fortunately, I have so many kind people to help me for example like Mba Yuni and Kadek.  I know both of them when I was in bachelor degree.  They help me to arrange everything done related to the registration process to Bogor Agricultural University.  I am grateful to have so many kind friends.
After doing TOEFL test, medical test and soon registered to Bogor Agricultural University then I am waiting for the scholarship announcement.  Alhamdulillah, I was officially get the Beasiswa Unggulan from International Cooperation Bureau, Directorate General of Higher Education, Ministry of National Education on the middle of 2009.         

MSA 
MSA stands for Magister Sains Agribisnis or in English it would be Master Science of Agribusiness.  This program was formed by several lectures on Agribusiness Department of Bogor Agricultural University.  The chairman of the program is Mrs. Prof. Dr. Ir. Rita Nurmalina, MS and the secretary of the program is Mr. Dr. Ir. Suharno, M.Adev.  The vision of the program is to become one of the most prestigious and trusted postgraduate program in agribusiness with holistic view and sustainable economic development orientated in order to achieve better welfare for all human being. 
The class itself started on 23 August 2010.  It was general lecture and the speaker is Mr. Mahfud MD, chairman of Constitution Court of Republic Indonesia. I forgot the topic but I do impressed to his speech.  He was able to connecting his background on to postgraduate education and agriculture eventhough not too deep.

MY ACADEMIC NOTES
I only took four courses on the 1st semester, three compulsory courses and one elective course.  I didn't get a good GPA at this semester.  There are several reasons I can mentioned.  First, I am still new mom and second my husband just go back to Indonesia on October 2010 after he completed his master on International Relationship at Webster University in Leiden, Netherland.  So, the main point is I can't balanced my life yet at that moment.  Fortunately, I am still save by the bell because my GPA was still passed the minimum requirement.
On the 2nd semester, I also took four courses because my GPA is under 3,50 so maximum courses I can take are only four.  Then, I decided to take all the compulsory courses.  Alhamdulillah, there's a major improvement on my study.  I get perfect GPA for the 2nd semester, so the total GPA is above the 3,50.  So, I still have chance to continue into doctoral degree someday.

THE JOURNEY BEGIN
Beasiswa Unggulan that I've been granted was design for a double degree program.  MSA has made a cooperation with Georg-August-University of Goettingen, Germany.  But the scholarship to enrolled at University of Goettingen can't be valid for all Beasiswa Unggulan receiver at my class because we have nine persons on the group but one of us has decided not to join the double degree program.  She decided to completed her study in Indonesia due to personal consideration.  So, only eight person left who still struggling to get the chance to be able to study in Germany.  
Actually,  there are two person who have already get their 'ticket' to Germany because they already got their TOEFL score above 550.  But, Mr. Abe and Mr. Andriyono from the Ministry of National Education offered another alternative for eight of us so that we can studying in Germany by applying for Beasiswa Unggulan from Directorate General of Higher Education.  The fund itself are using the debt swap program fund.  And then, eight of us attended the selection on 21 July 2011.  The result was sent through our e-mail on 4 August 2011 and my name is there.  Alhamdulillah...seven of us were successfully selected and one of us was not but fortunately she still able to go to Germany since she got the scholarship from International Cooperation Bureau.
  
And now...I've already arrived in Goettingen and the real journey and its survival will begin.